GPIB "BUKIT SENTUL" BOGOR

Wilujeng Sumping

Dilembagakan pada pada Ibadah Hari Minggu tanggal 25 September 2016 menjadi jemaat ke-322 dalam jajaran jemaat mandiri GPIB.


PESAN MAJELIS SINODE GPIB
dalam rangka
HARI ULANG TAHUN KE-7 PELKAT PKLU GPIB

     Kehidupan bangsa Indonesia yang senantiasa mengalami tantangan di bidang ekonomi, sosial, politik mempengaruhi kehidupan spiritual semua umat. Bidang kehidupan yang sangat kuat dipengaruhi adalah komunikasi antar kehidupan keluarga yang mulai lemah. Peranan orangtua yang seharusnya menjadi teladan bagi anak kurang terlihat yang menjadikan warga usia lanjut belum dapat berbuat banyak.

     Panggilan dan pengutusan GPIB bagi semua warga khususnya PKLU adalah menjadi motivator dan komunikator bagi anak, keluarga, gereja, masyarakat secara terarah dan selektif melalui pemberdayaan semua potensi yang Tuhan berikan kepada lansia. Penguatan keluarga sangat penting.

     Pada hari ulang tahun ke-7 Pelkat PKLU GPIB yang diselenggarakan oleh Mupel Sulselbar tahun ini pesan yang ingin disampaikan pada jemaat adalah gunakan pengetahuan, pengalaman, hikmat secara aktif dan terarah melalui peran yang Tuhan berikan kepada masing-masing orang.

     Jadilah manusia yang berbudi daya melalui nilai-nilai kehidupan dalam menapaki hidup yang Tuhan berikan kepada warga lanjut usia.

Selamat berulang tahun ke-7.
Dirgahayu PelKat PKLU GPIB dan Jemaat


Unit Misioner Majelis Sinode GPIB 2015-2020
Dewan PKLU GPIB

Willem Lusikooy, R.H.W. Massie, Pingkan Siahaan-SumualPrisilia Sitorus-Jacob,
Els M. Rundengan-Oroh, Ernie Rawung-Kawengian,Jenny Runturambi-Songkilawang,
Leo Ferdinandus, Vrilly Ruben-Rondonuwu


Pojok Warta


Pembinaan Jemaat Misioner


(Vikaris Abednego Leosae)

Pembaharuan
SEBAGAI “IMPERATIF” TEOLOGIS :
Wacana Seputar Teologi, Eklesiolgi dan Misiologi Kontekstual

(John C. Simon)

     Melakukan pewartaan iman, perlu melihat konteks yang akan dituju. Jika konteksnya berubah, maka pewartaan iman akan berubah pula. Hal ini menjadi bagian awal sejarah perumusan Pemahaman Iman GPIB. Pemahaman Iman (konfesi) sebagai sebuah perangkat teologi Gereja (GPIB) tumbuh dari kesadaran akan konteks yang terus berubah. Konfesi adalah ortodoksi atau ajaran yang benar yang berbentuk rumusan. Namun rumusan ajaran itu sendiri kontekstual, terhubung dalam ortopraksis. Pemahaman Iman GPIB sebagai produk orang percaya pada masa kini adalah sebuah upaya berteologi kontekstual. Teologi kontekstual selalu terhubung dengan konteks. Konteks sendiri akan selalu terkena logika perubahan. Pemahaman Iman (ortodoksi) sebagai rumusan (teks) bukan suatu yang tetap. Pemahaman Iman tidak pernah dipahami berlaku selamanya dan tidak berubah. Maka dalam perkembangannya selalu mengalami perubahan jika konteksnya berubah.

     Berbicara mengenai Pemahaman Iman, GPIB juga memiliki Pemahaman Iman tersendiri. Penjelasan paling baru soal Pemahaman Iman GPIB diberikan dalam materi untuk Pembinaan Calon Diaken dan Penatua GPIB periode 2012-2017. Jika kita melihat penjelasan dari materi tersebut, dikatakan bahwa Pemahaman Iman adalah gabungan anatara Pengakuan Iman yang bersifat Trinitaris dan kenyataan tantangan kontekstual yang dihadapi gereja. Hal ini dapat dikatakan bahwa perumusan Pemahaman Iman GPIB, menyadari konteks kehadiran GPIB dalam masyarakat mayoritas non-Kristen, kemiskinan, pluralitas, globalisasi, dan kekerasan. Persoalannya adalah menyebut pemahaman Iman sebagai produk berteologi yang sadar konteks itu disusun berlandaskan Alkitab dan Pengakuan Iman. Pengakuan Iman yang dimaksud adalah Pengakuan Iman Rasuli, Nicea Konstantinopel dan Athanasius.

     Pengakuan Iman itu bersifat eukumenis dan berpola Trinitaris. (Trinitaris adalah konsep tradisional Bapa, Anak, dan Roh Kudus). Ketiganya dikatakan terhubung dalam pola relasional. Masalahnya, apakah Pemahaman Iman GPIB yang merujuk relasi trinitarian Bapa, Anak, dan Roh Kudus seperti yang dimaksud oleh Pengakuan Iman, juga berarti bahwa Pemahaman Iman GPIB merujuk pula pada dasar Alkitab yang berbicara tentang keesaan Allah (monoteisme). Menurut John C. Simon Pemahaman Iman GPIB seperti yang disampaikan dalam Materi Bina ini tidak kuat menekankan monoteisme Allah. Bahkan terkesan hanya sepihak menjelaskan trinitas tanpa mau menghubungkannya dengan monoteisme yang tegas dikatakan dalam Alkitab.

     John C. Simon ingin menegaskan kepada kita semua bahwa perumusan Pemahaman Iman GPIB seharusnya memiliki ketegasan. Kurangnya penekanan terhadap monoteisme Allah adalah masalah dari Pemahaman Iman GPIB. Penghayatan terhadap yang disembah bersifat Monoteis merupakan penemuan kembali (rediscovery) Teosentrisme yang terdapat dalam dasar-dasar iman Kristen. Penemuan Teosentrisme tidak berarti kita menyingkirkan Kristosentrisme, karena jelas berbeda dengan Mono-kristosentrisme. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan yaitu, Kristosentrisme toleran terhadap yang lain, sedangkan mono-kristosentrisme bersifat intoleran termasuk terhadap konteks kemajukan agama-agama. Jadi Pemahaman Iman yang dimiliki oleh GPIB seharusnya bersifat Kristosentrisme karena jelas menekankan pada monoteisme Allah dan kehadiran GPIB sebagai Gereja toleran terhadap “yang lain” sesuai dengan konteks di negeri ini yang memiliki banyak suku, agama dan budaya.

...bersambung

SIARAN RADIO GPIB

 

GPIB melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BlackBerry. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.

SEMBOYAN GPIB

"Dan orang akan datang dari timur dan barat dan dari utara dan selatan dan mereka akan duduk, makan di dalam Kerajaan Allah"
(Lukas 13 : 29)

Tema Alkitabiah 2017-2018

Mengkaryakan pelayanan dan kesaksian dengan mewujudkan kebebasan, keadilan, kebenaran dan kesejahteraan bagi sesama dan alam semesta (Lukas 4:19)

TUGAS GPIB

"Memantapkan spiritualitas umat untuk membangun dan mengembangkan GPIB sebagai Gereja Misioner yang membawa damai sejahtera Yesus Kristus di tengah-tengah masyarakat dan dunia."

VISI GPIB

"GPIB menjadi Gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan-Nya."

MISI GPIB

Pemberitahuan