GPIB "BUKIT SENTUL" BOGOR

Wilujeng Sumping

Dilembagakan pada pada Ibadah Hari Minggu tanggal 25 September 2016 menjadi jemaat ke-322 dalam jajaran jemaat mandiri GPIB.


Salam sejahtera dalam kasih KRISTUS,

PROGRAM BANK SAMPAH


GPIB BUKIT SENTUL
   

Sehubungan telah dimulai PROGRAM BANK SAMPAH diharapkan partisipasi Jemaat dalam bentuk sumbangan “SAMPAH” yang berupa :

  1. “SAMPAH” yang memiliki nilai jual, seperti: botol plastik, gelas plastik, koran, segala jenis kertas, barang elektronik dan kendaraan;
  2. “SAMPAH” yang memiliki nilai pakai berupa pakaian bekas layak pakai untuk menunjang DIAKONIA sosial GPIB “Bukit Sentul” Bogor.

Penyampaian sumbangan :

  • Dibawa pada saat ibadah keluarga untuk diberikan kepada TIM BANK SAMPAH atau PRESBITER SEKTOR;
  • Dibawa pada saat hari minggu;
  • Menghubungi TIM BANK SAMPAH dengan cara berkoordinasi dengan KOORDINATOR SEKTOR.

Memulihkan yang Ditolak
(Markus 3:7-12; Yesaya 57:14-21)

  

     Umumnya setiap orang (tanpa kecuali) akan mengalami kesedihan, kekecewaan ketika ditolak oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Masing-masing orang berbeda satu dengan yang lain ada yang kekecewaan, kesedihannya dapat cepat berlalu namun ada juga yang sulit atau bahkan tidak dapat hilang sehingga menjadi akar pahit. Mengapa manusia terluka ketika ia ditolak? Karena pada dasarnya manusia punya 3 kebutuhan dasar:

  1. Pengakuan (keberadaan dirinya diakui)
  2. Penghargaan (harga diri kita dihargai)
  3. Diterima (keseluruhan diri kita diterima apa adanya)

     Dengan 3 aspek perlakuan orang lain tersebut kita akan dapat bertumbuh sehat secara psikis dan rohani. Apa yang terjadi ketika seseorang mengalami hal sebaliknya? Tidak diakui, tidak dihargai, tidak diterima? Maka penolakan tersebut akan mempengaruhi hidup seseorang. Firman Tuhan pun mengajak kita belajar untuk melihat dampak dari orang yang hidupnya ditolak maka akan menimbulkan karakter yang negatif diantaranya: Yesaya 57: 14 hidupnya cenderung akan jadi batu sandungan, Yesaya 57:16 tidak ada semangat dalam hidupnya/lemah lesu, Yesaya 57:20 hidupnya terombang-ambing cenderung menjadi pribadi yang tidak stabil dalam emosional, dia berperilaku negatif terhadap dirinya sendiri juga terhadap orang lain, Yesaya 57:21 tidak ada damai dalam dirinya.

     Mari kita belajar sebagaimana Firman Tuhan ajarkan pada kita. Bukankah seharusnya kita hadir di tengah dunia untuk memulihkan mereka yang ditolak? Bagaimana caranya? Mari kita perhatikan satu persatu:

  1. Markus 7:7-8, dengan tidak menolak kehadiran mereka,mengapa? Karena Yesus pun tidak menolak orang banyak yang datang kepadanya. Walaupun mereka yang datang, datang dengan banyak motivasi namun Ia selalu membuka diri untuk menerima siapapun dan dari manapun, artinya Yesus tidak memilih-milih. Ia sadar bahwa orang banyak yang datang kepada-Nya bukan hanya orang-orang yang sekedar ingin menyaksikan mujizat yang dibuat oleh Yesus, tapi mereka yang datang juga adalah orang-orang yang rindu merasakan mujizat dari Tuhan Yesus dari penderitaan sakit atau masalah mereka.
  2. Hari ini banyak orang yang sehat tapi tidak sedikit juga orang yang sakit, bukan sakit secara fisik tapi sakit secara psikis dan rohani yang disebabkan karena ketertolakan yang belum diselesaikan sehingga menjadi akar kepahitan. Mari kita kembali renungkan yang manakah kita? Apakah kita menjadi orang yang sakit atau orang sehat?
  3. Jika kita menyadari kalau kita adalah orang sakit, kita merasa sebagai orang yang ditolak oleh orang di sekitar kita maka kita perlu dipulihkan. Sadari siapakah dia atau mereka yang menolak saudara? Masalahnya adalah apakah kita bersedia untuk dipulihkan? Jika kita bersedia untuk dipulihkan maka kita akan jadi seperti orang banyak dalam bacaan Injil kita hari ini. Kita akan datang pada Dia yang tidak pernah menolak siapapun yang datang pada Dia. Dia akan berikan pemulihan yang sempurna.

     Jika kita merasa menjadi orang yang sehat (berarti kita sudah dipulihkan, maka kini giliran kita dipakai untuk jadi alat memulihkan orang lain yang ditolak). Yesaya 57: 15, hadirlah bagi mereka yang ditolak , hadirlah bagi mereka yang Saudara sendiri tolak. Hadir tidak sekedar hadir, tapi ada untuk mendengar mereka yang remuk hatinya oleh karena penolakan yang mereka terima. Hadir juga berarti kita sadar bahwa kita tidak dapat mengubah pemahaman orang lain terhadap kita. Hadir berarti kita mampu mengubah pemahaman kita terhadap realitas kehidupan secara lebih bijaksana dan positif. Kita sadar bahwa: tidak ada orang yang sempurna, setiap orang memiliki potensi untuk melakukan kesalahan. Kita hidup semata-mata karena anugerah pengampunan Allah, karena itu kita juga dipanggil untuk mengampuni orang yang bersalah pada kita. Dengan prinsip tersebut kita tidak akan terjebak membalas kejahatan dengan kejahatan, kekerasan dengan kekerasan. Sebaliknya kita dimampukan untuk mengampuni dan memberkati setiap orang yang menolak dan melukai kita. Dengan demikian hidup kita jadi berkat, dipulihkan untuk memulihkan.

Pdt. Ratna Indah Widhiastuty

 

arcus 22

  

SIARAN RADIO GPIB

 

GPIB melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BlackBerry. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.

SEMBOYAN GPIB

"Dan orang akan datang dari timur dan barat dan dari utara dan selatan dan mereka akan duduk, makan di dalam Kerajaan Allah"
(Lukas 13 : 29)

Tema Alkitabiah 2018-2019

"Membangun Spritualitas Damai yang Menciptakan Pendamai" (Yakobus 3 : 13-18)

TUGAS GPIB

"Memantapkan spiritualitas umat untuk membangun dan mengembangkan GPIB sebagai Gereja Misioner yang membawa damai sejahtera Yesus Kristus di tengah-tengah masyarakat dan dunia."

VISI GPIB

"GPIB menjadi Gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan-Nya."

MISI GPIB

  • Menjadi Gereja yang terus menerus diperbaharui (ecclesia reformata semper reformada) dengan bertolak dari Firman Allah yang terwujud dalam perilaku kehidupan warga gereja, baik dalam persekutuan, maupun dalam hidup bermasyarakat.

  • Menjadi Gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan, yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetiakawanan sosial serta kerukunan dalam masyarakat dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera.

  • Menjadi Gereja yang membangun keutuhan ciptaan yang terwujud melalui perhatian terhadap lingkungan hidup, semangat keesaan dan semangat persatuan dan kesatuan warga Gereja sebagai warga masyarakat.

Peraturan Daerah Kabupaten Bogor tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Nomor 8 Tahun 2016

Flag Counter
Pemberitahuan

INFORMASI SIARAN RADIO GPIB

Majelis Sinode GPIB menginformasikan kepada seluruh warga jemaat bahwa GPIB akan melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.