GPIB "BUKIT SENTUL" BOGOR

Wilujeng Sumping

Dilembagakan pada pada Ibadah Hari Minggu tanggal 25 September 2016 menjadi jemaat ke-322 dalam jajaran jemaat mandiri GPIB.


MENGASIHI DENGAN PERKATAAN DAN PERBUATAN

     Pela gandong merupakan semboyan yang sangat terkenal dari daerah Maluku. Pela Gandong sendiri bermakna: suatu ikatan persatuan dengan saling mengangkat saudara, yang diambil dari arti kata pela: ikatan persatuan dan gandong: saudara. Semboyan ini kemudian dihidupi oleh saudara-saudara kita di Maluku dan tercermin dalam budaya hidup sehari-hari. Sungguh sangat istimewa apabila kita juga mampu menghidupi kearifan lokal ini dengan didasari oleh firman Tuhan dalam Yohanes 10: 11 – 18.

     Firman Tuhan ini berbicara mengenai sikap Tuhan Yesus sebagai gembala yang dengan totalitas menjaga gembalaan-Nya agar tidak tercerai-berai apalagi binasa. Ketotalitasan Yesus dapat dilihat pada dua bagian monolog. Pertama, pada ayat 11 dengan kata “menyerahkan nyawanya bagi domba-dombanya” dan kedua, pada ayat 14 “aku mengenal domba-dombaku”.

     Melalui firman Tuhan ini kita diingatkan dengan sebuah pertanyaan reflektif: bagaimana menjalani hidup dalam komunitas persaudaraan dengan ketotalitasan seorang gembala? Ada dua kunci akan hal ini. Pertama, kesadaran pribadi bahwa kita perlu meneladani Yesus sebagai gembala yang baik (ayat 14, Yunani: Kalos indah, baik, berguna, terhormat, lebih baik). Kesadaran akan hal tersebut tidak terlepas dari kunci kedua dalam ayat 15 yakni “Aku mengenal Bapa” sebuah ungkapan mengenai kedekatan personal dengan Allah yang menjadi poros bagi setiap sikap dan perilaku baik. Masing-masing kita diajak untuk hidup dalam pengenalan personal yang intim dengan Allah. Kesadaran akan Sang Sumber Kebaikan inilah yang kemudian menjadi dasar dan tujuan dari setiap kesadaran sebagai pribadi yang bersikap dan berperilaku baik.

     Melalui kacamata Yohanes, masing-masing kita hendaknya menyadari tugas kita untuk memelihara persaudaraan sebagai wujud dari mengasihi dengan perkataan dan perbuatan. Di dalam Kristus, kita menerapkan pela gandong, “mengangkat saudara” satu dengan yang lain sehingga tidak ada lagi domba-domba Allah yang tercerai-berai, melainkan terpelihara dalam komunitas seiman maupun komunitas masyarakat.

Rbk

PROGRAM BANK SAMPAH


GPIB BUKIT SENTUL
   

Sehubungan telah dimulai PROGRAM BANK SAMPAH diharapkan partisipasi Jemaat dalam bentuk sumbangan “SAMPAH” yang berupa :

  1. “SAMPAH” yang memiliki nilai jual, seperti: botol plastik, gelas plastik, koran, segala jenis kertas, barang elektronik dan kendaraan;
  2. “SAMPAH” yang memiliki nilai pakai berupa pakaian bekas layak pakai untuk menunjang DIAKONIA sosial GPIB “Bukit Sentul” Bogor.

Penyampaian sumbangan :

  • Dibawa pada saat ibadah keluarga untuk diberikan kepada TIM BANK SAMPAH atau PRESBITER SEKTOR;
  • Dibawa pada saat hari minggu;
  • Menghubungi TIM BANK SAMPAH dengan cara berkoordinasi dengan KOORDINATOR SEKTOR.

GPIB BUKIT SENTUL

Tidak Miskin Tetapi Juga Tidak Kaya
(Craig L. Blomberg)

     Kabar baik tentang Injil secara konsisten bersifat holistik, menurut pengajaran Yesus. Makanan badani tanpa keselamatan rohani ternyata tidak berguna, tetapi pembebasan yang dikaruniakan oleh Allah di dalam Kristus secara reguler mencakup dimensi fisik atau material juga. Satu-satunya cara umat Allah bisa secara konsisten menaati semua perintah Allah adalah ketika semua komunitas Kristen di seluruh dunia, dan tiap perwujudan lokal dari komunitas itu, semakin menangkap visi tentang kehidupan berbagi harta mereka kepada orang-orang yang berkebutuhan yang ada di tengah-tengah mereka. Bila orang-orang percaya menyadari bahwa orang-orang lain akan mengurus mereka jika sewaktu-waktu mereka tidak mempunyai apa-apa, maka mereka kelak akan merasa bebas untuk memberi dengan lebih tulus hati.

     Kondisi sosial ekonomi makin membaik dalam kehidupan Yesus dan para pengikut-Nya serta masyarakat yang ada di sekitar mereka. Meskipun demikian, ada penekanan yang jelas dalam pelayanan dan pengajaran Yesus untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dari orang-orang yang terbuang dan yang tidak berada di dunia ini. Orang-orang yang tidak menyukai Yesus bukanlah orang-orang kaya secara keseluruhan, melainkan wakil-wakil penting dalam kepemimpinan Yahudi, banyak di antara mereka yang kebetulan jauh lebih berada dibandingkan dengan masyarakat umum. Yesus tidak disalibkan karena pengajaran-Nya tentang harta benda, tetapi karena konroversi dengan para pemimpin Yahudi yang kemudian mengarah pada hal-hal yang mencakup juga soal penatalayanan sebagai suatu ajang utama di mana para pemimpin Yahudi tidak membuat Allah menyukainya.

     Terlalu jauh kalau kita mengatakan bahwa orang tidak beroleh menjadi kaya dan sekaligus menjadi murid Yesus. Akan tetapi, yang tidak pernah ada dalam kitab-kitab Injil adalah para pengikut Yesus yang kaya yang juga serta merta tulus dalam memberi persembahan dan dalam membebaskan diri mereka sendiri dari kelimpahan kekayaan demi orang-orang yang berkebutuhan. Sikap bebas terhadap harta milik bisa diungkapkan dengan cara menyerahkan milik pribadi, walaupun ini bukanlah suatu keharusan. Tentu saja, sikap tersebut akan terungkap melalui ketulusan hati, yang dimotivasi bukan oleh perasaan wajib melainkan belas kasih yang hangat dan tidak mementingkan diri sendiri.

     Ada tempat untuk secara berkala merayakan kebaikan Allah berupa karunia-karunia materi, bahkan dengan cara yang mewah sekalipun. Akan tetapi, perayaan-perayaan ini akan merupakan pengecualian dan bukan merupakan norma yang diwajibkan. Pola perjanjian yang menjamin pahala material kepada orang yang setia, tidak pernah muncul kembali dalam pengajaran Yesus dan secara eksplisit sebetulnya dipertentangka. Sama seperti dalam Kitab Amsa 30:8-9, Yesus peduli dengan keterlaluan yang moderat. Akan tetapu, fokus utama dalam pelayanan-Nya, perjalanan menuju salib, dan panggilan-Nya kepada para murid untuk meneladani Dia dengan cara menyangkal diri, bukan mencari kemuliaan, menganjurkan paradigma tentang memberi kemuliaan, menganjurkan paradigma tentang memberi dengan tulus hati, bukan mengejar materialisme, kepada orang yang akan mengikuti Yesus dengan setia.

bersambung

SIARAN RADIO GPIB

 

GPIB melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BlackBerry. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.

SEMBOYAN GPIB

"Dan orang akan datang dari timur dan barat dan dari utara dan selatan dan mereka akan duduk, makan di dalam Kerajaan Allah"
(Lukas 13 : 29)

Tema Alkitabiah 2018-2019

"Membangun Spritualitas Damai yang Menciptakan Pendamai" (Yakobus 3 : 13-18)

TUGAS GPIB

"Memantapkan spiritualitas umat untuk membangun dan mengembangkan GPIB sebagai Gereja Misioner yang membawa damai sejahtera Yesus Kristus di tengah-tengah masyarakat dan dunia."

VISI GPIB

"GPIB menjadi Gereja yang mewujudkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan-Nya."

MISI GPIB

  • Menjadi Gereja yang terus menerus diperbaharui (ecclesia reformata semper reformada) dengan bertolak dari Firman Allah yang terwujud dalam perilaku kehidupan warga gereja, baik dalam persekutuan, maupun dalam hidup bermasyarakat.

  • Menjadi Gereja yang hadir sebagai contoh kehidupan, yang terwujud melalui inisiatif dan partisipasi dalam kesetiakawanan sosial serta kerukunan dalam masyarakat dengan berbasis pada perilaku kehidupan keluarga yang kuat dan sejahtera.

  • Menjadi Gereja yang membangun keutuhan ciptaan yang terwujud melalui perhatian terhadap lingkungan hidup, semangat keesaan dan semangat persatuan dan kesatuan warga Gereja sebagai warga masyarakat.

Pemberitahuan

INFORMASI SIARAN RADIO GPIB

Majelis Sinode GPIB menginformasikan kepada seluruh warga jemaat bahwa GPIB akan melayani lewat Siaran Radio GPIB yang dinamakan "Arise 'n Shine" pada Pkl. 14.00 - 15.00 WIB Minggu II & IV setiap bulannya di RADIO RPK (Radio Pelita Kasih) Jakarta. JaBoDeTaBek : melalui kanal Radio FM 96.3, di seluruh Indonesia & dunia secara real-time melalui : Live audio-steaming di http://www.radiopelitakasih.com. Aplikasi "Sahabat RPK" di Android / Apple device / BB. Untuk menghubungi saat siaran berlangsung melalui No. Telp (+62)(021)8000444 atau SMS/WA : (+62)08151800444.